Perempuan itu makhluk perasa. Stok bahagianya harus selalu diisi ulang dengan segera karena perubahan emosinya pun sangat cepat. Apalagi wanita melankolis. Aku salah satunya.
Saat melankolisnya kambuh, wah.. luar biasa dramanya. Gampang tersinggung, gampang nangis, gampang sedih, rasanya seluruh dunia kok ya jahat banget sama dia. Rasanya jadi makhluk paling ngga banget seantero jagat raya.
Kalau udah kambuh kayak gini, wanita melankolis ngga bisa ditanya, "kamu kenapa sih?"
Mereka tuh cuma butuh pengertian dan dimanja-manja. Coba ajak makan jajanan manis bareng. Jajanan manis bisa menambah kadar gula dalam tubuh. Gula bisa membantu merilekskan syaraf dan menstimulus kebahagiaan. Bisa juga ajak jalan-jalan, barangkali semilir angin bisa membuatnya tenang. Atau coba sentuhan fisik yang lembut. Kalau adikku hani, si melankolis 2 kambuh, dia cuma butuh peluk dan cukup di usap-usap.. punggung, kepala dan bahunya. Lama-lama tenang sendiri. Ngga perlu keluar uang, hehehe. Tapi perlu kesabaran. Soalnya kambuhnya lumayan juga. Air mata berderai-derai, plus ingus kemana-mana, dan suara rengekan yang yah.. agak bikin kesel. Itu dia ujiannya kan, sabar dalam menghadapinya 😊
Nah, ada kasus dimana wanita melankolis berhadapan dengan waktu tunggu. Kamu pasti pernah berada dalam situasi dimana kamu diajak jalan temen, janjian di suatu tempat, tapi pas nyampe tempat itu.. temen kamu itu belum datang. Kamu harus nunggu dong? Ini yang dimaksud waktu tunggu.
Wanita melankolis yang ini (nunjukin diri sendiri) sudah pernah mengalami beberapa waktu tunggu yang menyenangkan dan ada juga yang benar-benar menyebalkan.
Waktu tunggu yang menyenangkan:
Menunggu di kala mendapatkan kepastian harus menunggu berapa lama. Jadi bisa mengalokasikan kesibukan di waktu tunggu tersebut.
Waktu tunggu yang super nyebelin:
Menunggu kepastian yang ngga jelas harus menunggu sampai kapan.
Sering banget nih kejadian kayak gini. Sekarang juga lagi ngalamin 😥 Duh, setidaknya kasih kabar sekedar, "aku belum siap, kamu bisa menunggu beberapa waktu lagi? Sekitar .... (sebutkan lama waktu nya atau batas menunggunya)"
Kan enak kalau begitu. Jadi pas ada yang menawarkan kegiatan lain, atau kesempatan lain ya jelas bisa membuat jadwal yg pas. Kalau ngga jelas gini kan bikin beteeeeeeeeee. Rasanya mau marah-marah mau ngambek tapi ngga tau harus ke siapa 😖
Persis kayak nunggu barang pesenan nyampe ke rumah. Yang udah ada estimasi barang sampai aja aku masih harap-harap cemas karena kondisi gang rumah super kecil, pasti abang2 kurir kesusahan buat masuk nganter barang. Apalagi menunggu kepastian sebuah keputusan.
Bagi perempuan, menunggu itu sungguh melelahkan. Melelahkan batin. 😅
Nunggu sehari, bisa seperti menunggu selama sepekan. Waktu tunggu sepekan, seperti sebulan lamanya. Menunggu selama satu bulan, seolah menunggu selama satu semester. Iya. Emang begitu perempuan tuh. Ngga bisa kalau harus nunggu lama-lama. Emosi perempuan bisa mudah berubah dalam hitungan detik. Ketetapan hatinya juga seperti itu. Makanya banyak yang bilang perempuan itu makhluk paling sulit di tebak. Yang bekerja paling besar dalam diri perempuan itu perasaannya.
Waktu tunggu yang dilalui oleh para perempuan itu melibatkan banyak perasaan.
Jadi, kalau kalian benar-benar peduli pada perempuan, jangan sampai membuatnya terlalu lama dalam kegamangan waktu tunggu!
Apalagi yang tak jelas harus menunggu sampai kapan..
Setidaknya beri kabar secara berkala. Sedikit kabar dalam waktu tunggu itu, bisa menolong untuk menenangkan hatinya.
Jangan lupa kasih kabar pada siapapun jika ia harus menunggumu, walau waktu tunggu itu hanya sekian menit lagi, kabar itu bisa menghadirkan sakinah dalam dirinya 😁
Nah, ada kasus dimana wanita melankolis berhadapan dengan waktu tunggu. Kamu pasti pernah berada dalam situasi dimana kamu diajak jalan temen, janjian di suatu tempat, tapi pas nyampe tempat itu.. temen kamu itu belum datang. Kamu harus nunggu dong? Ini yang dimaksud waktu tunggu.
Wanita melankolis yang ini (nunjukin diri sendiri) sudah pernah mengalami beberapa waktu tunggu yang menyenangkan dan ada juga yang benar-benar menyebalkan.
Waktu tunggu yang menyenangkan:
Menunggu di kala mendapatkan kepastian harus menunggu berapa lama. Jadi bisa mengalokasikan kesibukan di waktu tunggu tersebut.
Waktu tunggu yang super nyebelin:
Menunggu kepastian yang ngga jelas harus menunggu sampai kapan.
Sering banget nih kejadian kayak gini. Sekarang juga lagi ngalamin 😥 Duh, setidaknya kasih kabar sekedar, "aku belum siap, kamu bisa menunggu beberapa waktu lagi? Sekitar .... (sebutkan lama waktu nya atau batas menunggunya)"
Kan enak kalau begitu. Jadi pas ada yang menawarkan kegiatan lain, atau kesempatan lain ya jelas bisa membuat jadwal yg pas. Kalau ngga jelas gini kan bikin beteeeeeeeeee. Rasanya mau marah-marah mau ngambek tapi ngga tau harus ke siapa 😖
Persis kayak nunggu barang pesenan nyampe ke rumah. Yang udah ada estimasi barang sampai aja aku masih harap-harap cemas karena kondisi gang rumah super kecil, pasti abang2 kurir kesusahan buat masuk nganter barang. Apalagi menunggu kepastian sebuah keputusan.
Bagi perempuan, menunggu itu sungguh melelahkan. Melelahkan batin. 😅
Nunggu sehari, bisa seperti menunggu selama sepekan. Waktu tunggu sepekan, seperti sebulan lamanya. Menunggu selama satu bulan, seolah menunggu selama satu semester. Iya. Emang begitu perempuan tuh. Ngga bisa kalau harus nunggu lama-lama. Emosi perempuan bisa mudah berubah dalam hitungan detik. Ketetapan hatinya juga seperti itu. Makanya banyak yang bilang perempuan itu makhluk paling sulit di tebak. Yang bekerja paling besar dalam diri perempuan itu perasaannya.
Waktu tunggu yang dilalui oleh para perempuan itu melibatkan banyak perasaan.
Jadi, kalau kalian benar-benar peduli pada perempuan, jangan sampai membuatnya terlalu lama dalam kegamangan waktu tunggu!
Apalagi yang tak jelas harus menunggu sampai kapan..
Setidaknya beri kabar secara berkala. Sedikit kabar dalam waktu tunggu itu, bisa menolong untuk menenangkan hatinya.
Jangan lupa kasih kabar pada siapapun jika ia harus menunggumu, walau waktu tunggu itu hanya sekian menit lagi, kabar itu bisa menghadirkan sakinah dalam dirinya 😁
Comments
Post a Comment