Skip to main content

Gunung

Salah satu benda luar biasa ciptaan Allah ini memang sulit untuk diabaikan. Ia tinggi menjulang. Menunjukkan keperkasaan dan keagungan penciptanya. Dari jarak yang teramat jauh tak sulit untuk bisa melihatnya. Karena ukurannya yang memang sangat besar dan tinggi.
Pantas saja, banyak orang yang tertarik untuk menaklukkan benda besar itu. Melihat bentangan alam dari ketinggian di puncak gunung, pasti akan lebih panjang ya syukur yang terasa.
Allah.. betapa hebat ciptaan-Mu.

Setinggi itu, jika kupanjatkan doa di sana, apakah akan lebih cepat sampai di langit? ^^ pikir Andin kecil. Dulu.
Jangan kayak Fir'aun din. Nabi Yunus yang berada di dalam kegelapan yang paling gelap, kedalaman yang paling dalam. Berada di dalam perut ikan, yang menyelam  ke dasar lautan. Allah kabulkan doa nya. Tak ada hitungan jarak bagi Allah. Matematika Allah berbeda.

Jadi, barangkali para pendaki gunung memiliki pemikiran lain. Apa?
Nah itu dia masalahnya.
Satu lagi tanya yang tak bisa ku temukan jawabannya 😅

Apa yang kau cari saat mendaki gunung?
Apa yang kau pelajari setelah turun darinya?
Bagaimana rasanya setelah berada di ketinggian?
Adakah hal menakutkan yang kau alami saat berpetualang ke sana?
Pergi dengan siapa?
Apa yang kau lakukan sesaat sampai di puncak?
Daaaaan banyak pertanyaan lainnya 😁

Saking protektif nya ibu dan bapak, aku selama ini ngga punya banyak kesempatan untuk coba ini itu 😅 dan mungkin karena protektif itu juga ya aku cenderung suka yang aman dan santai. Lebih suka buku, menulis dan diam di rumah. Rasanya bahagia sekali jika punya satu hari libur dan bisa diam di rumah 😁

Sempat diam-diam berdoa, "Ya Allah, sepertinya menyenangkan kalau punya partner hidup yang sudah banyak melihat bumi-Mu. Akan ada banyak kisah tentang kebesaran-Mu yang bisa diceritakan pada titipan-Mu nanti."

Kalau engga. Yaudah nanti tinggal naik gunung sendiri. Engga sendiri juga sih, bareng yang udah sering naik lah.. ngeri juga kalau sendirian banget mah.. 🙈



"Jadi, kenapa kamu mendaki gunung? Perlu ketenangan? Atau sekedar ingin mencari jawaban?" 😊


Comments

Popular posts from this blog

Ulang Tahun (?)

Akan ada satu tanggal yang selalu kalian anggap istimewa dari tanggal lainnya. Tanggal apa sih? Ya! Tanggal dimana kamu dilahirkan ke dunia 😊 Hari itu menjadi amat teristimewa untuk ayah bunda mu. Hari itu menjadi hari pertamamu merajut kehidupan sebagai manusia, pengemban amanah sebagai khalifah fiil ardh. Tanggal pada hari dirimu dilahirkan, akan selalu diingat ayah ibumu. Setiap tahun barangkali keduanya hendak senantiasa memeriahkan tanggal tersebut. Wajar. Namanya juga orangtua. Apapun demi kebahagiaan anaknya pasti akan dilakukan. Termasuk melakukan perayaan 'hari ulang tahun'. Duh, kenapa namanya mesti 'ulang tahun' ya? Logikanya nih, tahun tuh ngga bisa di ulang. Doraemon aja aslinya tuh kembali ke masa lalu. Bukannya ulang tahun, kan? Yah, din, ngga asik banget sih ngga setuju dengan konsep ulang tahun! Yee biarin. Konsepnya ngga masuk akal sih. Aku setuju kalau redaksi nya di ubah sedikit... jadi... tanggal kelahiran 😁 Maksa sih. Tap...

Sebentar

Menunggu jawaban sesingkat itu saja butuh waktu 18 menit. Lalu aku mulai paham. Sebentar. Untukmu itu..... Bisa aku pakai untuk pergi ke Bandung, lalu nyasar-nyasar dulu, sampai di RSHS, jenguk teman, terus nyasar lagi nyari pintu keluar, nunggu kendaraan, macet di jalan, makan siang, tidur siang, turun naik kendaraan, jalan kaki cari alamat, nyari makan malam, nunggu pesanan datang, liat 8 MV di putar di tv tempat makan, makanan habis, jalan kaki lagi, naik turun kendaraan lagi, hujan-hujanan, tidur malam, dan akhirnya pagi pun tiba Dan 'sebentar' milikmu itu masih berlangsung. Hmmm. Oke. 😐

Izzah

Seorang sahabatku di kampus, biasa saja tampilannya. Tak ada brand mahal yang melekat pada dirinya. Namun.. seluruh penghuni kampus mengenalnya. Jika ia berkata-kata, semua diam menyimak. Jika ia berjalan, yang akhwat tersenyum rindu, yang ikhwan menyingkir dari jalan seraya tertunduk. Ah, kagumku amat sangat untuknya. Sahabatku itu orangnya super dan ramah.. pada akhwat. Namun pada ikhwan, ia hanya seperlunya dan secukupnya. Awalnya aku merasa aneh sekali dengan sikapnya yang seperti ini. Kok jutek amat sama cowok.. tapi aku diam saja. Menyimak bagaimana Allah mendidik ku melalui sahabat baikku. "Ukh, untuk lokasi pengukuhan desember nanti sudah dapat?", tanya salah satu ikhwan Jawabnya, "Sdh" "Dimana?", tanya ikhwan itu lagi Jawabnya, "Sprti thn lalu" "Kalau butuh bantuan hubungi ana ya", lanjut ikhwan tersebut Jawabnya, "Y" Duh, masih inget baca chat beliau dengan ketua organisasi 😂 ketua umum lho ...